Find your enjoyments! - Contact us: +6283833301689, Caroline. Thanks.
New YearNew YearNew YearNew YearNew Year

Bernard Ecclestone, Pria "Penyulap" F1 Jadi Bisnis Raksasa

Sebagai CEO dari Formula One Management, serta pemilik saham Alpha Prema, perusahaan induk dari Formula One Group, menjadikan pria blak-blakan ini salah satu orang terkaya di Inggris. Ya, F1 telah menjadi ajang olahraga dunia yang begitu menarik minat banyak orang, sekaligus menyedot uang yang sangat besar.


Bernie lahir di sebuah desa kecil di St Peter South Elmham, Inggris, pada 28 Oktober 1930. Ayahnya hanya seorang awak perahu penangkap ikan. Pada usia 16 tahun, ia memutuskan berhenti sekolah agar bisa bekerja di sebuah pabrik gas. Kebetulan, ayahnya mempunyai kenalan di perusahaan tersebut sehingga Bernie remaja bisa bekerja sebagai asisten di pabrik itu.

Usai Perang Dunia II, Bernie mulai berkecimpung di dunia otomotif dengan berdagang suku cadang sepeda motor. Peruntungannya di bisnis ini cukup besar, perusahaannya mulai berkembang, bahkan menjadi salah satu dealer motor terbesar di Inggris.

Kecintaannya terhadap dunia otomotif, membawanya terjun ke arena balap mobil pada 1949. Pengalaman pertama ia rasakan pada ajang seri Formula 3 kelas 500 cc. Namun hanya beberapa ajang balap yang ia ikuti, karena diwarnai beberapa peristiwa tabrakan. Akhirnya ia memutuskan untuk "gantung setir". Sejak 1957, Bernie mulai mencoba peruntungannya menjadi manajer para pembalap dan membeli aset-aset dari tim balap F1.


Memasuki akhir era 1970-an, otak Bernie sudah mencium peruntungan bisnis yang lebih besar dari sekadar pemilik tim balap. Ia segera terlibat dalam pendirian Formula One Promotions and Administration (FOPA), perusahaan komersial yang menangani hak siar penyelenggaraan balap F1.

Menjelang akhir era 90-an, bintang keberuntungan Bernie sempat meredup. Kondisi kesehatannya mulai menurun sehingga harus menjalani berbagai operasi jantung.


Ibarat ajang balap yang penuh resiko, di tengah situasi yang tidak terlalu berpihak kepadanya, pada 2005, ia dengan berani menjual sahamnya yang tersisa kepada CVC Capital Partners, dan kemudian melakukan investasi bersama membentuk perusahaan baru bernama Alpha Prema. Perusahaan inilah yang kemudian memegang kendali 100 persen Formula One Group. Di perusahaan baru ini, tentu saja Bernie menjadi pucuk pimpinannya.

Pengagum Adolf Hitler ini, dikenal sebagai sosok miliarder yang sedikit kontroversial. Banyak hal yang dilakukannya menjadi perdebatan banyak orang. Saat diwawancarai The Times, ia pernah berkata, "Terlepas dari fakta bahwa Hitler sering melakukan hal-hal yang saya pikir tidak masuk akal, namun ia mampu memerintah banyak orang dan membereskan segala hal."